Kategori

Kamis, 04 April 2013

Zat pengatur tumbuh


            Aktivitas tumbuh dan berkembang diatur oleh senyawa kimia berupa hormone/zat pengatur tumbuh.

1.      Auksin
Auksin di temukan oleh Darwin (1897), pada percobaan fototropisme terhadap coleoptil. Saat penyinaran coleoptil melengkung ke arah sinar. Pada  tahun 1919, pucuk yang telah di potong di letakkan kembali agak menyamping, hasilnya bagian bawah melengkung.
Sedangkan F.W. Went (1928), menemukan zat pengatur tumbuh auksin pada sejenis gandum avena sativa yang di temukannya pada ujung koleoptil yang kemudian di beri nama auxin (auksin-a) dengan bentuk C18­H32O5. Dan pada ujung spesies lainnya di temukan auksin-b dengan bentuk C18H30O4.
Dan ada juga auksin IAI (asam indol-asetat). Tetapi pengaruhnya agak kurang dari pada auksin-a dan auksin-b.
Auksin di bentuk di ujung meristem, baik meristem pada tunas, kuncup, bunga, ujung akar dan pucuk daun. Apabila pada bagian-bagian yang terletak jauh dari ujung, maka auksinnya juga berkurang.
Fungsi auksin antara lain adalah:
1.      Pemanjangan sel
2.      Perbanyakan sel
3.      Menyebabkan diferensiasi sel dan jaringan
4.      Menyebabkan kedominan ujung titik tumbuh
5.      Menebabkan gugurnya organ-organ abscission (samping)
6.      Inisiasi dan perkembangan bunga
7.      Pembentukan eembrio dan organ terutama akar

Pada sintesis/biosintesis auksin tanaman:
-          Pada setiap tanamn ada jalur yang berbeda, berguna untuk mengkonversi tryptophan menjadi IAA.
-          Pada setiap spesies tanaman terdapat lebih dari 1 jalur.
Berasal dar asam amino tryptopan dan Phenylalanin dengan kandungan auksin yang tinggi di jumpai pada ujung meristem atau pucuk muda, ujung akar biji dan buah yang sedang berkembang dan daun yang sedang terbentuk.
Went (1928) mengemukakan bahwa tidak aka nada pertumbuhan tanpa adanya auksin. Sedngkan Kogl dan Konstermans (1934) mengemukakan Bahwa IAA (indole Acetic Acid) Adalah termasuk auksin.
Kogl dan Hagen-Smith (1931) adalah ahli yang pertama kali mengisolasi auksin dari urin manusia. K.V. Thieman (1935), ia mengisolasi auksin pada cendawan Rhizopus sp.


2.      Giberelin
Giberelin adalah suatu zat yang dapat di peroleh dari jenis jamur (cendawan) yang hidup sebagai parasi tanaman. Padi. Jamur itu dekenal juga dengan nama Giberella Fujikuroi. Bermula saat E. Kurosawa, peneliti dari Universitas Tokyo, jepang, menemukan tanaman padi yang di telitinya terserang oleh jamur Giberella fujikuroi. Jamur itu menyebabkan tanaman padi itu menglami pertumbuhan yang lebih panjang dari tanaman yang tidak terinfeksi.
Giberelin ini Terdapat pada bagian kuncup, ujung daun, ujung akar dan biji. Giberelin dapan menstimular pertumbuhan lebih hebat daripada auksin. Bekerjanya auksin menyebabkan tanaman menghasilkan bunga sebelum waktunya,  buah terjadi tanpa adanya penyerbukan, menyebabkan tanaman kerdil menjadi tanaman raksasa, menyebabkan cepat tumbuh biji dan tunas, menyebabkan tinggi tanaman 3-5 kali,  dan mempercepat tumbuhannya sayuran.
Giberelin dan auksin juga dapat berinterksi dan memberika hasil:
-          Memperhebat bekerjanya auksin, dengan menekan pertumbuhan tunas samping (dominasi apical)
-          Dapat menstimulir aktivitas metabolism
-          Dan mengurangi intensitas inhibitor.
Giberelin dapat berperan sebagai berikut:
1.      Pemanjangan sel
2.      Pembelahan sel
3.      Perkecambahan biji/benih
4.      Ekspresi bunga betuna dan jantan
5.      Terlibat dalam pembungaan, pertumbuhan buah, kemasakan buah dan pembentukan buah
6.      Memiliki respon yang luas pada tanaman dengan konsentrasi yang luas pula.

3.      Sitokinin
Pada tahun 1941, J.Van Overbeek, berhasil menemukan substansi kimia yang mempunyai pengaruh pada pertumbuhan endosperma buah kelapa. Dan substansi itu adalah sitokinin. Sitokinin berasal dari kata sitokinesi, yang berarti pembelahan sel.
Sitokinin 6 furfurylaminopurine adalah yang pertama kali diasingkan/diisolasikan dari ikan herring yang dikenal dengan kinetin. Dan pada tanaman zeatin (dari biji jagung) adalah sitokinin yang pertama kali di isolasikan dari tanaman. Sitokinin juga ada yang sintetik, yang pertama kali adalah benzyl adenine (BA), benzyl aminopurin (BAP).
Sitokinin mempunyai beberapa fungsi, yaitu:
-          Pembesaran sel
-          Menunda terjadinya penuaan
-          Diferensiasi sel
-          Dalam kultur jaringan, denga konsentrasi rendah dan nisbah sitokinin da auksin dalam media, mendorong perbedaan organ atau jaringan yang berlainan.
-          Nisbah sitokinin tinggi berbanding auksin rendah.
-          Menyebabkan pertumbuhan embrio dan meningkatkan pertumbuhan rata-rata sel yang diisolasi di laboratorium.
-          Merangasang pembelahan sel yang berhinti bermmitosis.
-          Merangsang pemasakan buah yang telah di petik dari pohon
-          Merangsang pertumbuhan tunas lateral.
-          Mempertahankan warna daun, sehingga tidak cepat berubah menjadi kuning setelah di petik dari pohon

4.      Asam Absisat (ABA)
Asam absisat berfungsi mengahambat proses pertumguhan atau bersifat inhibitor dan merangsang dormansi biji. Hal ini dapat menguntungkan bagi tanaman yang hidup di empat musim. Karena pada musim dingin tumbuan akan terlindung dari kerusakan fisik akibat pengaruh suhu yang rendah.
Peranan ABA, yaitu:
-          Merangsang penutupan stomata
-          Perahaan terhadap salinitas, suhu dan menguatkan tanaman dari kerusakan tersebut.
-          Berperan dalam pengembangan embrio
-          Menyebabkan biji/ benih menjadi dorman
-          Dengan kandungan ABA yang tinggi akan menyebabkan terjadinya keguguran daun, bunga dan buah.

5.      Etilen
Gas etilen berfungsi mempercepat proses pematangan buah, respirasi dan pengguguran daun. Dan tempat letak gas etilen inin pada tiap-tiap tumbuhan berbeda-beda, sperti pada buah papaya yang terdapat di ujung dan buah mangga yang berada pada bagian apical.

6.      Kalin
Kalin berfungsi dalam pembentukan organ tumbuhan. Berdasarkan jenis organ yang di pengaruhinya, di kenal beberapa kalin, Seperti :
-          Atokalin, berperan dalam pembentukan bunga
-          Kaulokalin, berperan dalam pembentukan batang
-          Rizokalin, berperan dalam pembentukan akar
-          Filokalin, berperan dalam pembentukan daun

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar